Thursday, 30 November 2017

Version Control System (VCS) untuk Fullstack Developer

Version Control System atau VCS, adalah suatu lingkungan atau infrastuktur system yang bisa mendukung kerja kolaborasi.
VCS bisa mempunyai kemampuan kembali ke versi sebelumnya, bila terjadi bencana terhadap versi software yang dikembangkan atau dikenal dengan reversibility.
mempunyai daya manajemen proyek tentang apa dan siapa bila terjadi perubahan pada sotfware yang dikembangkan.
Contoh VCS antara lain: Bazaar, Subversion (SVN), Mercurial, CVS, RCS, GIT, dan lain lain.

Analogi Version Control System dapat dilihat disini, sebagai:
Software developers working in teams are continually writing new source code and changing existing source code. The code for a project, app or software component is typically organized in a folder structure or "file tree". One developer on the team may be working on a new feature while another developer fixes an unrelated bug by changing code, each developer may make their changes in several parts of the file tree.

Keunggulan/keuntungan dengan VCS adalah:
-  history dari setiap perubahan setiap waktu, selain dapat berfungsi sebagai backups, juga mengijinkan untuk merestore sostware ke versi sebelumnya bila terjadi bencana.
- Percabangan (branching) dan penggabungan (Merging)
- Traceability, dapat melacak setiap perubahan yang terjadi sekaligus untuk debugging (analysis and forensic)

Salah satu VCS yang sering digunakan adalah GIT, sebuah tutorial online mengenai GIT dapat dilihat disini.




No comments:

Post a Comment